Mahalnya Jasa Pembersihan Karang Gigi. Kemarin, Minggu malam, saya sempatkan pergi ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi. Sebenarnya sudah lama keinginan untuk pergi ke dokter gigi tersebut, mengingat karang yang tumbuh pada gigi saya sudah begitu parah sehingga gigi saya terlihat kekuningan dan baru kali ini ada kesempatan untuk pergi ke dokter gigi.
Sebenarnya malu untuk menceritakan hal ini pada pengunjung namun karena ingin berbagi dengan yang lain maka kutulis juga pengalaman saya ini ke dalam sebuah postingan dengan harapan para pengunjung dapat mengambil pelajaran bahwa agar gigi kita tetap sehat, kuat, dan bersih kita harus rajin dan rutin dalam merawatnya.
Sebelum beranjak ke cerita selanjutnya, saya ingin memberikan sedikit gambaran tentang karang gigi. Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti "batu karang") yang menempel pada permukaan gigi yang berwarna kekuning-kuningan. Karang gigi bisa terbentuk dari timbunan kuman sisa makanan yang tertinggal akibat kurang bersih menyikat gigi.
Sebenarnya dalam merawat gigi, saya bukanlah orang yang malas untuk merawatnya. Setelah habis makan dan sebelum tidur, saya selalu menggosok gigi jika pun tidak sempat menggosoknya, saya selalu melakukan kumur-kumur. Namun saya tidak tahu mengapa gigi saya tidak bisa terlihat putih dan terlihat kekuningan. Sedangkan orang lain yang tidak serajin saya dalam menggosok gigi justru giginya dapat bertahan lebih putih dari pada gigi saya. Adakah yang salah dengan semua ini?
Saya kemudian berpikir bahwa mungkin jenis gigi saya yang terlalu sensitif terhadap kotoran-kotoran sehingga kotoran2 tersebut mudah menempel pada gigi saya. Kalau menurut dokter kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kekentalan air liur, bentuk susunan geligi, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Nah, mungkin kekentalan air liur saya yang menjadi penyebab utama cepat tumbuhnya karang gigi tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara membuat kekentalan air liur sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan tumbuhnya karang gigi?
Namun hal yang pasti, ternyata selama ini saya salah dalam prosesi melakukan sikat gigi. Saya menggosok gigi dengan sekuat-kuatnya dengan harapan kotoran yang menempel pada gigi dapat lenyap. Cara seperti itu menurut dokter tempat saya melakukan pembersihan gigi adalah justru dapat merusak lapisan luar pada gigi dan juga menyebabkan turunnya gusi.
Cara yang betul dalam menggosok gigi adalah untuk gigi bagian bawah, agar sikat gigi gerakannya diarahkan dari bawah (gusi) ke atas begitu juga dengan gigi atas, gerakannya dari atas ke bawah, dengan gerakan seperti itu, gusi tidak akan turun.
Ternyata, tarif jasa pembersihan karang gigi diluar dugaan saya. Saya perkirakan tarifnya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp. 150 ribu. Perkiraan saya tersebut ternyata meleset, saya sempat kaget ketika dokter menyebut angka 300 ribu. Dengan PD-nya, saya sodorkan 2 lembar uang ratusan ribu dengan harapan saya salah dengar. Melihat uang yang saya sodorkan tersebut, dokter mengulangi lagi, "tigang atus sewu, Pak" (tiga ratsu ribu, Pak). Akhirnya, saya sodorkan satu lembar lagi uang ratusan ribu.
Ternyata cukup mahal juga ya untuk ukuran kantong seperti saya ini. Sebenarnya kalau kita mau pergi ke rumah sakit, biayanya jauh lebih murah, mungkin hanya berkisar Rp. 25 ribu hingga Rp. 35 ribu-an saja dengan layanan yang tidak jauh berbeda.
Oh, iya pembersihan karang gigi ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. Pertanyaan selanjutnya, apakah pembersihan karang gigi yang terlalu sering tersebut tidak merusak gigi? Masih kata dokter tersebut, tidak merusak asal dilakukan dengan cara yang benar.
Sebenarnya malu untuk menceritakan hal ini pada pengunjung namun karena ingin berbagi dengan yang lain maka kutulis juga pengalaman saya ini ke dalam sebuah postingan dengan harapan para pengunjung dapat mengambil pelajaran bahwa agar gigi kita tetap sehat, kuat, dan bersih kita harus rajin dan rutin dalam merawatnya.
Sebelum beranjak ke cerita selanjutnya, saya ingin memberikan sedikit gambaran tentang karang gigi. Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti "batu karang") yang menempel pada permukaan gigi yang berwarna kekuning-kuningan. Karang gigi bisa terbentuk dari timbunan kuman sisa makanan yang tertinggal akibat kurang bersih menyikat gigi.
Sebenarnya dalam merawat gigi, saya bukanlah orang yang malas untuk merawatnya. Setelah habis makan dan sebelum tidur, saya selalu menggosok gigi jika pun tidak sempat menggosoknya, saya selalu melakukan kumur-kumur. Namun saya tidak tahu mengapa gigi saya tidak bisa terlihat putih dan terlihat kekuningan. Sedangkan orang lain yang tidak serajin saya dalam menggosok gigi justru giginya dapat bertahan lebih putih dari pada gigi saya. Adakah yang salah dengan semua ini?
Saya kemudian berpikir bahwa mungkin jenis gigi saya yang terlalu sensitif terhadap kotoran-kotoran sehingga kotoran2 tersebut mudah menempel pada gigi saya. Kalau menurut dokter kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kekentalan air liur, bentuk susunan geligi, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Nah, mungkin kekentalan air liur saya yang menjadi penyebab utama cepat tumbuhnya karang gigi tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara membuat kekentalan air liur sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan tumbuhnya karang gigi?
Namun hal yang pasti, ternyata selama ini saya salah dalam prosesi melakukan sikat gigi. Saya menggosok gigi dengan sekuat-kuatnya dengan harapan kotoran yang menempel pada gigi dapat lenyap. Cara seperti itu menurut dokter tempat saya melakukan pembersihan gigi adalah justru dapat merusak lapisan luar pada gigi dan juga menyebabkan turunnya gusi.
Cara yang betul dalam menggosok gigi adalah untuk gigi bagian bawah, agar sikat gigi gerakannya diarahkan dari bawah (gusi) ke atas begitu juga dengan gigi atas, gerakannya dari atas ke bawah, dengan gerakan seperti itu, gusi tidak akan turun.
Ternyata, tarif jasa pembersihan karang gigi diluar dugaan saya. Saya perkirakan tarifnya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp. 150 ribu. Perkiraan saya tersebut ternyata meleset, saya sempat kaget ketika dokter menyebut angka 300 ribu. Dengan PD-nya, saya sodorkan 2 lembar uang ratusan ribu dengan harapan saya salah dengar. Melihat uang yang saya sodorkan tersebut, dokter mengulangi lagi, "tigang atus sewu, Pak" (tiga ratsu ribu, Pak). Akhirnya, saya sodorkan satu lembar lagi uang ratusan ribu.
Ternyata cukup mahal juga ya untuk ukuran kantong seperti saya ini. Sebenarnya kalau kita mau pergi ke rumah sakit, biayanya jauh lebih murah, mungkin hanya berkisar Rp. 25 ribu hingga Rp. 35 ribu-an saja dengan layanan yang tidak jauh berbeda.
Oh, iya pembersihan karang gigi ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. Pertanyaan selanjutnya, apakah pembersihan karang gigi yang terlalu sering tersebut tidak merusak gigi? Masih kata dokter tersebut, tidak merusak asal dilakukan dengan cara yang benar.














0 comments:
Poskan Komentar
terima kasih atas komentarnya